Kamis, 17 Desember 2015

Seiring Waktu berjalan

1)
Aku hampir saja terjatuh kedalam jurang yang dalam hingga terasa dalam anggan rasa yang pernah ada di dalam jiwa ini  .Ketika kau menyapa aku merasa bahwa getaran dalam hati ini seperti hujan yang deras dan aku pun bergetar karna saking deras nya hingga menusuk ke dalam tulang rusuk ini ingin ku memelukmu erat tapi siapa aku ,aku hanya pengagum rahasiamu seperti bulan yang merindukan matahari seberapa batasnya ia harus bermimpi.

2)
Hari itu kamu datang menghampiriku dengan tatapan yang kosong entah apa yang ada dalam pikiranmu seolah semua salahku lalu aku berpikir keras dan ingin mengetahui jawaban dari semua adegan ini "apakah kamu hanya menjalankan sebuah drama" mungkin itu hanya sebuah alasan masalahmu di lampiaskan kepdaku tapi aku tidak peduli akan hal itu aku tetap peduli denganmu dan tetap menyayangimu walau aku hanya sebuah kayu yang tertancap di palu kemudian berkarat  .

3)
"Kamu adalah sebuah pertanyaan yang tak berani aku sampaikan , sebab aku sadar aku bukanlah sebuah jawaban" kata yang terucap dalam bibirku ketika aku merasa tidak tidak ada penting nya bagi sosok mu , dan jangan mengasihaniku aku tak ingin mengemis namun ijinkanlah aku menjadi pantas. 

4)
Aku berbisik pada cahaya yang redup  dan menceritakan semuanya tentang kegagalan ku melupakanmu dan biarkan aku membisu yang entah mengapa ia semakin membunuhku ,datanglah sekali lagi dan ucapkan apapun sebab perpisahan tanpa kata-kata lebih sungguh menyakitkan.